Viral Pria Riwayat Gangguan Mental Ngamuk di Polsek Wajo, Polisi Kocar-kacir

Makassar – Heboh di media sosial pria dengan riwayat gangguan kesehatan mental mengamuk di halaman Polsek Wajo, Kota Makassar. Pria tersebut sempat mengancam seorang polisi dengan obeng hingga membuat petugas lari kocar-kacir.

Kasubsi Penmas Humas Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Adil mengatakan insiden dalam video viral itu terjadi pada Minggu (22/3). Dia mengatakan mobil milik pria itu awalnya terlibat kecelakaan dengan mobil lain pada Kamis (19/3).

“Awalnya dari kejadian lakalantas di sekitar Polsek Wajo. Kendaraan pelaku diamankan di Polsek karena terlibat perkara kecelakaan,” ujar Aipda Adil saat dimintai konfirmasi, Selasa (24/3/2026).

Pria itu akhirnya meminta mobil miliknya dikembalikan. Menurut Aidil, pria itu bahkan setiap malam datang dan tidur di Polsek agar mobilnya dikembalikan.

“Yang bersangkutan ini setiap malam datang menginap di Polsek untuk meminta mobilnya, tapi sudah dijelaskan bahwa kendaraannya masih dalam proses,” katanya.

Puncaknya, pria tersebut datang mengamuk dan kembali memaksa agar mobilnya segera dikembalikan. Saat permintaannya belum bisa dipenuhi, kata Aidil, pria itu bertindak agresif.

“Dia sempat mengambil besi stainless, tapi berhasil direbut anggota yang berjaga. Setelah itu dia mengambil obeng dan mengejar anggota, seperti yang terekam dalam video yang viral,” jelas Adil.

Melihat situasi tersebut, salah satu anggota polisi yang berjaga langsung mengambil tongkat untuk mengantisipasi tindakan pelaku sekaligus berupaya menenangkan yang bersangkutan. Petugas juga menyampaikan rencana membawa saudara ES ke RS Dadi untuk penanganan medis, namun yang bersangkutan menolak kemudian berhenti.

“Dalam upaya pengendalian, anggota yang berjaga mengambil tongkat di dalam Polsek dan akan membawa yang bersangkutan ke Rumah Sakit Dadi sehingga dia langsung berhenti,” tutur Adil.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, polisi kemudian menghubungi pihak keluarga pria itu. Tak lama kemudian, keluarga datang dan membawa pria tersebut pulang.

“Setelah itu kami hubungi keluarganya dan dibawa pulang. Dari pihak keluarga juga mengonfirmasi bahwa yang bersangkutan memang memiliki gangguan kesehatan mental,” tutup Adil.