Jakarta, goodmoodzone Indonesia — Roof Box dapat Anda jadikan pertimbangan untuk menambah ruang penyimpanan muatan terutama dalam perjalan jauh seperti mudik. Namun mesti dipahami memasang roof box tak boleh sembarangan, ada berbagai hal yang perlu di cermati agar tidak jadi malapetaka.
Hindari hal-hal sebagai berikut ketika memasang roof box agar tidak menyebabkan masalah fatal pada mobil.
- Tidak memerhatikan kapabilitas mobil
Mobil-mobil SUV umumnya sudah dilengkapi peranti penopang roof box bawaan, seperti roof rail dan roof rack. Meski begitu, Anda tetap harus memastikan alat itu kompatibel dipasang perangkat boks ini. Penggunaan roof box tidak disarankan untuk mobil berjenis city car karena membuat atap penyok. - Roof rail dan roof rack tidak dipasang dengan benar
Roof rail merupakan bagian rel disisi kanan dan kiri atap mobil yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan, sementara roof rack adalah rak terbuka terpasang di antara roof rail sebagai fondasi penopang roof box. - Bentuk dan ukuran roof box tidak sesuai
Bentuk tertentu dapat mengubah alur angin dan memberi efek resistensi pada laju mobil, Efek ini menurunkan efisiensi bahan bakar jadi sesuaikanlah potongan roof box agar mendukung aspek aerodinamika mobil.
Ukuran roof box yang terlalu besar dapat menggangu keseimbangan sehingga mobil kewalahan saat dikendarai. Maksimal dimensi peranti ini adalah setengah dari panjang bodi mobil. - Material roof rack terlalu berat
Roof rack dari baja memang lebih kokoh menahan beban muatan dibandingkan alumunium. Meski begitu, beberapa mobil tidak cukup kuat menahan berat baja sehingga jika dipaksakan bagian atap bisa rusak. - Memaksakan membawa muatan berlebih
Meski roof box dirancang untuk menambah ruang penyimpanan, penting untuk tetap memperhatikan batas maksimal mobil dapat membawa muatan agar terhindar dari berbagai masalah berkendara.
Muatan berlebihan terutama pada bagian atas mobil bisa mengganggu stabilitas berkendara sehingga memperbesar risiko hilang kendali.