Yogyakarta – Tradisi mudik memang selalu menyimpan cerita unik. Seperti aksi sepasang suami istri ini yang mencuri perhatian warganet hingga viral di media sosial.
Melalui unggahan akun Instagram @suciameliarimadani, terlihat momen perjalanan mudik dari Yogyakarta menuju Demak yang tidak biasa. Si istri diikat ke punggung suaminya menggunakan kain sarung saat berboncengan motor di tengah malam.
“Mau diulang 1000x pun, aku gak kapok diajak mudik Jogja-Demak naik motor tengah malam trus di iket pake sarung biar kalo ngantuk tetap amanš¤£,” tulis akun Instagram @suciameliarimadani.
Metode kreatif sekaligus menggelitik ini dilakukan demi menjaga keamanan agar sang istri tidak terjatuh apabila didera rasa kantuk selama perjalanan jauh tersebut.
“First time mudik bareng setelah jadi pasutri Mumpung masih berdua jadi gas aja motoran kemana-mana, kalo dah punya buntut pasti ga dibolehin sama mbah-mbahnya. Definisi bahagia itu kita yang ciptakan,” tulis keterangan Instagram.
Perjalanan ini ternyata merupakan momen pengalaman perdana mereka melakukan mudik bersama setelah resmi menyandang status sebagai pasangan suami istri. Pemilik akun mengungkapkan bahwa keputusan untuk menggunakan sepeda motor adalah bentuk kebebasan selagi mereka masih berdua, sebelum nantinya dilarang oleh orang tua jika sudah memiliki buah hati.
Meski menuai beragam reaksi dari netizen, Suci menegaskan bahwa kebahagiaan itu mereka sendiri yang menciptakan, dan penggunaan sarung tersebut hanyalah langkah antisipasi tambahan. Mereka tetap mengutamakan istirahat di SPBU jika rasa kantuk sudah tidak tertahankan.
“Kaget bangett tiba-tiba rame, niatnya cuma buat post kenang-kenangan aja. Makasih banyak yang mendoakan, semoga kalian semua juga diberikan kebahagiaan dan kesehatannya yaa. Maaf banget ini ga bisa balesin satu-satu. Aslinya aku udah biasa banget Wira-wiri Demak Jogja, dan aku bukan tipe yang ngantuk banget di perjalanan sebenarnya.
Sekiranya suami atau aku ngantuk berat banget kita tetep istirahat di SPBU atau toko biru & merah hihi. Sekiranya bahaya menurut teman-teman jangan ditiru yaa, Alhamdulillah aku sama suami aman sampai rumah dengan selamat dan sudah merayakan lebaran hihi.
Minal aidzin walfaizin ya semua, mohon maaf lahir batin. Ambil baiknya, buang buruknya dari konten ini,” tulis keterangan postingan. Unggahan tersebut sudah ditonton lebih dari 113 ribu kali dan mendapatlkan banjir komentar.
“Bahaya kak, sumpah bahaya .. aq di klakson panjang sama pengendara di belakang karena tidur dan tetep aja udah di sarung gitu badan kita miring ke kanan, kl ngantuk mending ke posko aja. Aman,” ucap akun Instagram @estherrares_.
“Pernah ngalamin sama bapak jakarta-salatiga naik supra125 berhenti di indramayu minum es degan susu dari kelapa utuh yg kala itu harga nya 5rb seger bgt deh
waktu itu war tiket kerera cuma
dpt 2 kursi buat mama sama adek ku yg masih 3thn biar nyaman jadi aku sama bapak motoran tapi demi Allah di ulang 1000x pun aku mau,” saut akun @elv_1001.
“Hal spele bagi cowo tapi bikin kenangan aeumur hidup bagi cewe, percayalah suami2, istri itu cuma butuh act of seevice sama act of DUITš¤£,” tulis @deesvara.
Konfirmasi goodmoozone
goodmoozone sudah menghubungi Suci Amelia Rimadani, atau yang akrab disapa Amel. Perempuan yang berdomisili di Yogyakarta ini sehari-harinya disibukkan dengan perannya sebagai Ibu Rumah Tangga sembari aktif menjadi affiliate.
Amel menceritakan bahwa kejadian unik tersebut bermula secara spontan saat ia, sang suami, dan seorang teman sedang dalam perjalanan menuju Demak.
“Jadi ceritanya aku lagi mudik sama suami, sama temen 1 lagi dia sendiri. Nah aku mudik dari Yogyakarta tujuannya ke Demak, terus kita berhenti di SPBU daerah temanggung untuk istirahat sebentar dan ke toilet. Karena dah mulai dingin itu sudah jam 12 malam akhirnya sama suami disuruh pake sarung buat ikat aku biar kalo ngantuk dikit suami tau dan kita bisa istirahat lagi,” ungkap Amel mengenang malam pada 18 Maret 2026 tersebut.
Meski kini videonya telah ditonton ribuan kali dan mendapat beragam tanggapan, Amel mengaku awalnya tidak berniat menjadikan momen “ikat sarung” itu sebagai konsumsi publik. Kehadiran teman yang ikut dalam rombongan motoran tersebut dimanfaatkannya hanya untuk mengabadikan memori manis bersama suami.
“Pas lagi pake sarung aku minta videoin ke temen, karena ini pasti moment ga bisa diulang lagi. Dan niatnya ga mau posting, tapi dipikir-pikir gapapa deh di post buka kenang-kenangan kita berdua aja. Eh taunya malah jadi viral, sedikit kaget juga awalnya,” tambahnya lagi.
Bagi Amel, perjalanan mudik tengah malam dengan motor tersebut adalah bagian dari caranya dan suami dalam merayakan kebersamaan. Meski terlihat sederhana dan penuh risiko bagi sebagian orang, ia memastikan bahwa faktor keamanan dan kondisi fisik tetap menjadi prioritas utama mereka selama di jalan.