ESDM: Pemerintah lakukan mitigasi, pasokan BBM dan LPG tetap aman

Jakarta (goodmoodzone) – Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memitigasi dan memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) nasional tetap aman di tengah dinamika geopolitik global.

Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan energi nasional.

“Dengan seluruh langkah strategis mitigasi yang telah kami lakukan, dapat kami tegaskan bahwa pasokan BBM dan LPG nasional saat ini dalam kondisi aman,” kata Rizwi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, langkah tersebut meliputi pengalihan sumber impor, pengaturan konsumsi energi, hingga optimalisasi produksi dan kilang dalam negeri.

Salah satu langkah utama adalah mengalihkan sumber impor energi dari kawasan Timur Tengah yang terdampak kendala distribusi, seperti di Selat Hormuz, ke negara lain.

“Kami mengalihkan sumber impor yang tadinya berasal dari negara Timur Tengah yang terkendala dengan masalah di Selat Hormuz, menjadi ke negara-negara lain seperti Amerika, Afrika, Asia, dan (negara di) ASEAN,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pengaturan konsumsi BBM dan LPG secara wajar dan bijak melalui kebijakan bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Rizwi mengatakan, pemerintah juga menginstruksikan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk mengutamakan minyak mentah produksi dalam negeri bagi kebutuhan kilang nasional.

“Crude yang diproduksi dalam negeri diupayakan untuk seluruhnya dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk kilang minyak di dalam negeri,” tuturnya.

Langkah lain yang dilakukan adalah mengoptimalkan kilang domestik, termasuk penyesuaian produksi untuk memperkuat pasokan LPG nasional.

Pemerintah juga melakukan pencarian tambahan pasokan LPG, baik dari impor maupun produksi dalam negeri, serta mengalihkan sebagian pasokan LPG industri untuk kebutuhan LPG 3 kilogram bagi masyarakat.

Di sisi hilir, BPH Migas juga melaporkan ketahanan stok BBM nasional berada dalam kondisi aman dengan tingkat ketersediaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyebut, ketahanan stok Pertalite mencapai 18,1 hari, Pertamax 22,1 hari, dan Pertamax Turbo 46,5 hari.

Untuk jenis solar, ketahanan stok tercatat 16,5 hari, sementara Pertamina Dex mencapai 64,5 hari dan avtur sebesar 28,1 hari.

“Kita simpulkan ketahanan stok BBM nasional dalam kondisi aman,” kata Wahyudi.

Ia menambahkan, distribusi BBM selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026 juga berjalan lancar, termasuk di wilayah tujuan mudik dan daerah terpencil.