Jangan Tunggu Bunyi Kasar, Ini Waktu Idieal Ganti Oli Mesin Motor

JAKARTA, goodmoodzone – Masih banyak pengguna sepeda motor yang menunda penggantian oli mesin hingga muncul gejala seperti suara mesin kasar atau performa menurun. Kebiasaan menunggu tanda-tanda tersebut justru bisa berisiko mempercepat keausan komponen internal mesin, terutama pada motor yang digunakan harian di kondisi lalu lintas padat.

Menurut Agung, teknisi di Vansy Motor di Tangerang, waktu ideal penggantian oli tidak seharusnya menunggu gejala kerusakan muncul, melainkan mengikuti interval pemakaian dan kondisi operasional kendaraan.

“Sebetulnya jangan tunggu mesin bunyi kasar. Idealnya oli diganti setiap 2.000 sampai 3.000 kilometer, atau bisa lebih cepat kalau motor sering dipakai di kondisi macet dan stop and go,” kata Agung kepada goodmoodzone, Sabtu (4/4/2026).

Ia menjelaskan, oli mesin memiliki fungsi vital sebagai pelumas, pendingin, sekaligus pelindung komponen dari gesekan langsung. Seiring waktu dan pemakaian, kualitas oli akan menurun akibat panas dan kontaminasi kotoran hasil pembakaran.

Jika terlambat diganti, kemampuan oli dalam melumasi akan berkurang. Dampaknya, gesekan antar komponen meningkat dan bisa memicu keausan lebih cepat, bahkan berujung kerusakan serius pada mesin.

Agung juga mengingatkan bahwa kondisi lalu lintas perkotaan seperti kemacetan membuat mesin bekerja lebih berat meski jarak tempuh tidak terlalu jauh. Hal ini menyebabkan oli lebih cepat mengalami degradasi. “

Banyak yang merasa jarang pakai motor karena jaraknya dekat, padahal sering kena macet. Itu justru bikin oli cepat turun kualitasnya,” ujarnya. Selain berdasarkan jarak tempuh, penggantian oli juga bisa mempertimbangkan waktu. Untuk motor yang jarang digunakan, oli tetap disarankan diganti setiap 2–3 bulan sekali guna menjaga performa mesin tetap optimal.