Brebes – Sebuah video yang memperlihatkan momen unik sekaligus mengharukan saat rombongan pengantin pria menempuh perjalanan ekstrem viral di media sosial. Diunggah oleh akun TikTok @hanaaina_22, video tersebut menangkap momen “lika-liku” nyata yang harus dihadapi demi sebuah janji suci.
Bukannya menggunakan mobil hias atau iring-iringan mewah di jalan raya, rombongan pengantin ini justru terlihat harus berjibaku menyusuri medan yang benar-benar di luar ekspektasi.
“Lika-liku antar pengantin cowok mau ijab sah,” tulis akun TikTok @hanaaina_22.
Dalam rekaman tersebut terlihat suasana penuh tawa sekaligus napas terengah-engah mewarnai perjalanan rombongan pengantin pria saat membelah hutan rimbun, menanjaki area perbukitan, hingga berjalan hati-hati di pematang sawah yang becek.
Mengenakan setelan jas lengkap dan kain batik, pengantin pria tampak tetap berusaha tampil prima meski harus memegang payung hijau mencolok di tengah rimbunnya pepohonan.
Pengunggah video menceritakan bahwa lokasi rumah mempelai wanita memang tidak memiliki akses jalan kendaraan. Alhasil seluruh rombongan tetangga dan keluarga besar pengantin terpaksa ‘berpetualang’ melewati gunung dan lumpur demi mengantar sang jagoan menuju pelaminan.
“Ngakak bener bener diluar expetasi, nganter tetangga nikahan dan lokasi rumah pasangannya ga ada akses jalan😩 gunung,hutan,sawah becek ttp di lewati demi nyai😂 #pengantinviral2026 #viral #fyp #fyppppppppppppppppppppppp #viralvideo,” keterangan video @hanaaina_22.
Unggahan momen pengantin pria dan rombongannya melewati jalan berliku demi ijab kabul itu viral sudah ditonton lebih dari 378,9 ribu kali dan mendapatkan banjir komentar warganet.
“Pasti bakal dibahas terus sama keluarga sama tetangga nyaaðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜,” ujar akun @dew🥨.
“Ini dia kenal dimanaðŸ˜,” ucap akun @nda.
“Waktu ngapel ke rmh calonya gmn itu, pasti apelnya gk pernh malm 😂,” ngakak akun @Deww.
“Bayangkan betapa sulitnya dia saat apelðŸ˜ðŸ¤£,” saut akun @nadiaaddoo.
Konfirmasi goodmoodzone
goodmoodzone sudah mewawancarai pengunggah video, Hana Aina (24 tahun). Dia membagikan detail di balik momen unik yang terjadi di Kabupaten Brebes tersebut.
Hana menceritakan bahwa rombongan satu RT berangkat dari kediaman pengantin pria, Bakir (32 tahun), di wilayah Sidamukti, Adisana, Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menuju kediaman pengantin wanita, Anah (28 tahun). Perjalanan ini ternyata jauh dari kata santai.
“Pada awalnya, saya bersama rombongan satu RT telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengantarkan pengantin pria ke rumah mempelai wanita guna melaksanakan ijab kabul. Perjalanan dari rumah menuju lokasi mempelai wanita memakan waktu sekitar satu jam, dengan kondisi jalan yang terus menanjak tanpa adanya turunan,” ucap Hana kepada goodmoodzone.
Keanehan mulai dirasakan rombongan saat mereka sampai di lokasi parkir kendaraan. Alih-alih disambut suara musik hajatan yang menggelegar, suasana justru terasa sangat sunyi.
“Sesampainya di lokasi parkir, seluruh kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, diparkir di pinggir jalan. Saat itu, saya mengira bahwa lokasi tujuan sudah dekat. Namun, dalam hati saya merasa heran karena tidak terlihat adanya janur kuning, dan suasana desa juga sangat sepi tanpa iringan musik seperti pada acara hajatan pada umumnya,” ungkap wanita asal Buaran, Bantarkawung, Brebes tersebut.
Rasa bingung semakin memuncak saat jalur aspal berganti menjadi jalan setapak yang membelah alam liar. Hana menceritakan perjuangan para tamu yang sudah tampil maksimal dengan busana pesta mereka.
“Tidak lama kemudian, kami memasuki jalan setapak yang melewati area hutan, dengan pepohonan di sekelilingnya serta aliran sungai kecil di samping jalan. Perjalanan berlanjut hingga menembus area persawahan, dan kami harus berjalan di pinggir sawah.
Hal tersebut menimbulkan rasa heran sekaligus tawa, karena sebagian besar dari kami mengenakan pakaian rapi seperti gamis dan rok, bahkan ada yang memakai sepatu hak tinggi. Akibatnya, sepatu dan sandal yang kami kenakan dipenuhi tanah sawah hingga terasa berat saat digunakan berjalan.”